Site Loader
FACEBOOK
Sukau Kayo, Lebong Atas, Kabupaten Lebong, Propinsi Bengkulu

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus berupaya mendorong pembangunan di desa-desa. Salah satu desa yang didorong Kemendes adalah di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menyarankan program inovasi desa yang bisa melalui Bursa Inovasi Desa.

“Kita ada program desa percontohan bagi desa-desa yang memiliki inovasi, nanti dibantu Rp 1 miliar – Rp 1,5 miliar,” jelas Eko dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/11/2018).

Saat menerima audiensi dari pemerintahan Kabupaten Lebong di Kantor Kemendes PDTT, Eko mengatakan Kabupaten Lebong harus mengembangkan program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) dalam rangka pengoptimalisasian dan percepatan pembangunan di desa-desa di Kabupaten Lebong.

“Bapak (Bupati) usulkan ke saya, maksimal pilih 3 potensi/produk unggulan yang mau difokuskan, jadi fokus ke satu lokasi yang mau digerakkan sehingga skala produksinya cukup. Dengan begitu saya bisa bawa dunia usaha untuk membantu juga, kan kalau ada pabrik, ada investasi, ada pekerjaan juga di situ, ada retribusi buat daerah juga. Tapi yang paling penting juga masyarakatnya berdaya,” katanya.

Sebagai informasi, Kabupaten Lebong merupakan wilayah dengan jumlah penduduk sebanyak 107.600 jiwa dan luas wilayah 194,245 hektare. Wilayah ini memiliki berbagai macam potensi unggulan di antaranya pertanian tanaman pangan, perkebunan, pertambangan dan energi, budi daya perikanan, juga pariwisata dan budaya.

Walau demikian, dengan semua potensi yang sudah dimiliki, Kabupaten Lebong masih perlu lagi optimalisasi dalam pengolahannya.

Sementara itu, Bupati Lebong Rosjonsyah mengatakan bahwa daerahnya memiliki beberapa produk unggulan, seperti jeruk gerga, kemudian potensi energi geotermal, dan sebagainya. Dirinya pun menjelaskan ke depannya jajarannya akan merumuskan produk unggulan yang akan difokuskan seperti saran Eko.

Lebih lanjut Rosjonsyah juga menjelaskan bahwa jumlah penduduk miskin se-Provinsi Bengkulu, Kabupaten Lebong merupakan terendah nomor 2. Trend kemiskinan dari tahun ke tahun di Kabupaten Lebong pun semakin turun sejak adanya dana desa.

Semenjak dikucurkannya dana desa pada 2015, Kabupaten Lebong terus melakukan pembenahan. Pada 2018, kabupaten ini mendapat kucuran dana desa sebesar Rp 68,3 miliar dengan jumlah desa 93.

Adapun output dalam bidang pembangunan 2018 yaitu sudah terbentuk 22 km jalan desa, 27 unit jembatan, 9 unit embung, 34 unit drainase dan irigasi, 186 unit MCK, air bersih di 16 desa, dan perbaikan 34 unit rumah tidak layak huni (RTLH).

“Semenjak dana desa turun, benar-benar membantu masyarakat desa, karena aspirasi, keinginan, dan kebutuhan masyarakat difasilitasi di musrenbang (musyawaran perencanaan pembangunan). Tahun lalu penyerapan dana desa di Kabupaten Lebong sebesar 98%,” pungkas Rosjonsyah.

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Galeri