Site Loader
FACEBOOK
Sukau Kayo, Lebong Atas, Kabupaten Lebong, Propinsi Bengkulu

Kebijakan Pemerintah yang mengiringi Wabah Pandemi Covid-19 berupa pembatasan kontak langsung antar manusia seperti pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), work from home dan lain-lain mengakibatkan menurunnya nilai transaksi keuangan, keterbatasan penyediaan barang dan akibat lain yang berdampak pada kelesuan ekonomi. 

Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) yang diharapkan dapat menjadi pilar ekonomi di desa juga sangat merasakan dampak Pandemi Covid-19 ini. Unit-unit usaha yang mulai dibangun oleh Bumdesa di Kabupaten Lebong sebagian besar mengalami stagnasi dan bahkan terancam tutup.

Lain halnya dengan Budes ‘Turan Bijei Jayo’ Desa Nangai Tayau I, melalui tangan dingin Direkturnya Wintoro dampak Pandemi Covid-19 ini dijadikan awal kebangkitan usahanya.  Dana Penyertaan Modal Bumdes yang berasal dari Dana Desa Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp. 45.000.000,- yang semula akan membuka usaha Toko Alat Tulis beralih menjadi usaha Warung Sembako.

Gambaran Unit Usaha Bumdesa

Ide untuk menjalankan Unit Usaha Warung Sembako ini berawal dari Kegiatan Replikasi Inovasi Desa yang diselenggaran oleh Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) dengan tema Pengembangan Usaha Bumdes Mart.  Ide ini menguat saat terjadinya Pandemi Covid-19.  Melalui pembahasan bersama Kades dan BPD diputuskkan untuk menjalanan Usaha Warung Sembako.  Dana Penyertaan Modal Bumdes yang telah di transfer ke Rekening Bumdes pada buan Desember 2019 dimanfaatkan untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok rumah tangga dan penyiapan tempat usaha.  Bersamaan dengan tibanya Panen Padi Sawah yang merupakan komoditas unggulan Desa Nangai Tayau I, usaha diawali dengan penyediaan kebutuhan beras yang dibeli dari petani. Selanjutnya berkembang dengan penyediaan kebutuhan pokok lainnya seperti minyak goreng, gula pasir, telor dan lain-lain.  Penambahan jenis barang disesuaikan dengan permintaan dari warga yang belanja. Hingga saat ini sudah tersedia lebih dari 50 jenis barang yang tersedia di Bumdesa Turan Binjei Jayo.

Kepala Desa Nangai Tayau I Zainul Halidi menyambut baik dan ikut mensuport perkembangan Unit Usaha Bumdes, sebagai Penasehat Bumdes ia selalu memantau dan menghimbau kepada warga desanya untuk berbelanja di Bumdes.  Himbauan ini didengar dan diikuti oleh warganya, terkhusus oleh para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa yang disalurkan di awal Jui 2020.  Sebagian besar KPM berbelanja kebutuhan sembako ke Bumdes Turan Binjei Jayo.  Hal ini diakui oeh Direktur Bumdes bahwa stelah penyaluran BLT DD Tahap I, omset Bumdes meningkat hingga mencapai lebih dari 1 juta pe hari yang sebelumnya rata-rata hanya Rp. 500.000,- per hari.  Support Pemerintahan Desa selanjutnya menganggarkan tambahan modal Bumdes melalui penyertaan Modal bumdes dalam APBdes 2020 sebesar Rp. 50.000.000,-

Animo masyarakat ternyata bukan hanya sebatas bumdes menyediakan kebutuhan sembako saja, lebih dari itu mereka berharap Bumdes dapat menjadi penampung hasil produksi masyarakat.  Saat ini selain menampung hasil padi sawah, Bumdesa juga menampung produksi ikan segar dan telur itik yang diproduksi oleh warga desa.

Tantangan dan Masalah

Seiring dengan berjalannya Usaha Warung sembako dan animo masyarakat, peluang pengembangan usaha mulai dirintis oleh Bumdesa Turan Binjei Jayo. Potensi ekonomi desa masih banyak yang belum dikelola sebagai usaha Bumdesa.   Ada beberapa tantangan dalam upaya pengembangan usaha Bumdesa selanjutnya, antara lain:

  1. Pengeolaan Administrasi dan Keuangan Bumdesa.  Saat ini masih dilakukan secara sederhana sesuai dengan kapasitas Pengurus Bumdesa.  Untuk ini dibutuhkan penguatan kapasitas Pengurus Bumdesa dan dukungan peralatan yang memadai.
  2. Keterbatasan Modal Usaha.   Modal usaha yang ada saat ini masih sangat terbatas sehingga kesulitan untuk Bumdes memenuhi kebutuhan warga.
  3. Jejaring usaha masih skala lokal. Bumdes kesulitan mencari Penyedia barang sebagai mitra usaha.  Hal ini dirasakan oleh Bumdesa dalam menentukan harga jual yg lebih menguntungkan.

Rencana Pengembang Usaha

Adapun rencana pengembangan usaha selanjutnya telah disusun oleh pengurus bumdes untuk menampung dan meningatkan nilai tambah hasil produksi masyarakat antara lain:

  1. Menampung hasil panen padi dalam bentuk gabah kering panen untuk selanjutnya diolah menjadi beras kemasan.
  2. Mengembangan produksi telur itik melalui kerjasama denga peternak itik untuk menyediakan sarana produksi sealigus menampung dan memasarkan hasil produksi.
  3. Mengembangkan kemitraan dengan penyedia barang (supplier) kebutuhan sembako.
  4. Mengembangkan pemasaran dengan system bisnis online.

Penutup

Untuk mewujudkan semangat Bumdes menjadi pilar ekonomi desa dibutuhkan Sumberdaya manusia yang mumpuni. Selain memiliki jiwa wirausaha juga memiliki kejelian dalam memanfatkan potensi ekonomi desa serta tanggap dengan perkembangan dan animo masyarakat.  Pengurus Bumdes Turan Binjie Jayo Desa Nangai Tayau I ini telah berupaya untuk menjadi lebih baik melalui inisiatif dan inovasi untuk tanggap pada perkembangan animo masyarakat. Sejauh ini memang masih banyak hal yang perlu dibenahi dan diperbaiki.  Adanya inisiatif yang muncul dari pengurus Bumdesa diiringi oleh dukungan Pemerintahan Desa san partispasi masyarakat merupakan modal yang kuat untuk berkembang.** Kamis, 11 Juni 2020

Sumber: Unit Usaha Warung Sembako

Bumdes ‘TURAN BINJEI JAYO’ Desa Nangai Tayau I

Kecamatan Amen Kabupaten Lebong Oleh : Emistuatanasay (TA-PED Kab. Lebong)

Post Author: PMDES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Galeri